8 Tips Menjaga Kebersihan Vagina Pada Wanita

Ginekologi February 9, 2024
8 Tips Menjaga Kebersihan Vagina Pada Wanita

Vagina merupakan organ intim wanita yang perlu dijaga kebersihannya dengan baik. Kebersihan vagina yang optimal dapat membantu mencegah iritasi, bau, dan infeksi. Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga kebersihan vagina

1. Membersihkan Vagina dengan Benar

Memilih sabun dan teknik mencuci vagina yang tepat merupakan hal penting untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan organ intim. Kebersihan vagina yang optimal dapat membantu mencegah iritasi, bau, dan infeksi.

Gunakan air hangat, bukan air panas, untuk membersihkan area vagina. Air panas dapat mengeringkan dan mengiritasi kulit di area vagina.

Basuh area vagina dari arah depan ke belakang untuk mencegah bakteri dari anus berpindah ke vagina.

2. Pilih Sabun Non-Parfum dan Bebas Bahan Kimia Keras

Hindari sabun dengan pewangi atau bahan kimia keras yang dapat mengganggu keseimbangan pH vagina. Vagina memiliki pH alami yang sedikit asam (sekitar 3,8 - 4,5) yang membantu menjaga kesehatan dan keseimbangan bakteri di area tersebut. Penggunaan sabun dengan pewangi dan bahan kimia keras dapat mengganggu keseimbangan pH ini, sehingga meningkatkan risiko infeksi dan iritasi.

3. Gunakan Pakaian Dalam yang Nyaman

Pilih pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun yang sejuk dan menyerap keringat. Hindari pakaian dalam yang ketat dan terbuat dari bahan sintetis yang dapat menyebabkan area vagina lembap dan berkeringat.

Ganti pakaian dalam secara teratur, terutama setelah berkeringat atau berolahraga.

4. Kenali Produk Kebersihan Vagina

Hati-hati saat membeli produk untuk kebersihan vagina, gunakan produk kebersihan vagina dengan hati-hati. Hindari penggunaan produk sabun kewanitaan yang mengandung pewangi atau bahan kimia keras.

Jika ingin menggunakan produk pembersih vagina, pilihlah produk yang diformulasikan khusus untuk area sensitif dan memiliki pH seimbang.

5. Jaga Kebersihan Setelah Berhubungan Intim

Gunakan kondom untuk mencegah infeksi menular seksual (IMS) yang dapat menyebabkan iritasi dan bau vagina. Buang air kecil setelah berhubungan seks untuk membantu membersihkan bakteri yang mungkin tertinggal di uretra

6. Konsumsi Makanan Sehat

Konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya akan buah-buahan, sayur-sayuran, dan yogurt. Makanan tersebut dapat membantu menjaga kesehatan dan keseimbangan bakteri di vagina. Perbanyak minum air putih yang cukup untuk membantu menjaga tubuh terhidrasi dan membantu membersihkan vagina secara alami.

7. Cuci Tangan Sebelum Menyentuh Vagina

Sering kali terlupa, bahwa tangan kita juga adalah sumber dari bakteri, oleh karena itu mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah menyentuh vagina berguna untuk mencegah infeksi.

8. Hindari Douching

Douching adalah praktik membersihkan vagina dengan cairan yang dimasukkan ke dalam vagina. Douching tidak dianjurkan karena dapat mengganggu keseimbangan pH vagina dan meningkatkan risiko infeksi.

Manfaat Menjaga Kebersihan Vagina

Kebersihan vagina yang optimal merupakan kunci untuk mencegah iritasi, bau, dan infeksi. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan organ intim wanita, serta meningkatkan rasa percaya diri dan kenyamanan.

Kebersihan vagina yang optimal dapat meningkatkan rasa percaya diri dan membuat wanita merasa lebih segar dan nyaman. Hal ini dapat meningkatkan kualitas hidup dan hubungan interpersonal wanita.

Baca Artikel Selanjutnya: 

1. Keputihan Anda Kental dan Bau, Kenali Bahayanya

2. Warna Keputihan Kuning, Pahami Penyebab Perubahan Warnanya

 

 

 

 

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • Klebanoff, M., Nansel, T., Brotman, R., Zhang, J., Yu, K., Schwebke, J., & Andrews, W. (2010). Personal Hygienic Behaviors and Bacterial Vaginosis. Sexually Transmitted Diseases, 37, 94-99. https://doi.org/10.1097/OLQ.0b013e3181bc063c. Accessed 10/02/2024
  • Gajer, P., Brotman, R., Bai, G., Sakamoto, J., Schütte, U., Zhong, X., Koenig, S., Fu, L., Ma, Z., Zhou, X., Abdo, Z., Forney, L., & Ravel, J. (2012). Temporal Dynamics of the Human Vaginal Microbiota. Science Translational Medicine, 4, 132ra52 - 132ra52. https://doi.org/10.1126/scitranslmed.3003605. Accessed 10/02/2024
  • Hilber, A., Hull, T., Preston-whyte, E., Bagnol, B., Smit, J., Wacharasin, C., & Widyantoro, N. (2010). A cross cultural study of vaginal practices and sexuality: implications for sexual health.. Social science & medicine, 70 3, 392-400 https://doi.org/10.1016/j.socscimed.2009.10.023. Accessed 10/02/2024
  • Martino, J., & Vermund, S. (2002). Vaginal douching: evidence for risks or benefits to women's health.. Epidemiologic reviews, 24 2, 109-24 . https://doi.org/10.1093/EPIREV/MXF004. Accessed 10/02/2024
  • Paladine, H., & Desai, U. (2018). Vaginitis: Diagnosis and Treatment.. American family physician, 97 5, 321-329. Accessed 10/02/2024

Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

Artikel Terkait