5 Perilaku Buruk yang Picu Terkena Penyakit Menular Seksual

Kelamin May 15, 2024
5 Perilaku Buruk yang Picu Terkena Penyakit Menular Seksual

Menurut data dari WHO, lebih dari 1 juta kasus penyakit menular seksual (PMS) terjadi setiap harinya di seluruh dunia. Kelompok yang paling rentan terhadap infeksi ini adalah remaja dan dewasa muda. Meskipun sebagian besar kasus PMS ditularkan melalui hubungan seks tanpa kondom, beberapa perilaku buruk sehari-hari juga dapat memicu risiko tertular.

Lebih dari 30 bakteri, virus, dan parasit yang berbeda diketahui menyebar melalui kontak seksual, termasuk hubungan vaginal, anal, dan oral. Oleh karena itu, pemahaman tentang perilaku buruk yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kelamin sangat penting untuk mencegah penyebarannya.

Bagaimana Seseorang Bisa Mendapatkan Penyakit Kelamin?

Penyakit menular seksual (PMS), atau yang lebih dikenal sebagai penyakit kelamin, dapat menyebar melalui berbagai cara. Salah satunya adalah melalui hubungan seksual, baik itu secara vaginal, anal, atau oral. Kontak langsung dengan alat kelamin, cairan tubuh, atau lesi pada kulit penderita juga dapat menyebabkan penularan PMS.

Selain itu, penularan PMS juga bisa terjadi melalui transfusi darah yang terkontaminasi atau berbagi jarum suntik dengan orang yang terinfeksi. Risiko penularan PMS juga meningkat ketika seseorang melakukan hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan dan tanpa menggunakan kondom. Perilaku ini meningkatkan kemungkinan kontak langsung dengan patogen penyebab penyakit kelamin.

Kebiasaan Buruk yang Tingkatkan Risiko Penyakit Kelamin

Penyakit kelamin adalah masalah kesehatan yang serius, dan risiko terkena penyakit ini bisa meningkat karena kebiasaan buruk yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa kebiasaan buruk yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit kelamin, antara lain:

1. Berganti-ganti Pasangan Seksual

Risiko tertular penyakit kelamin akan lebih besar bila seseorang berhubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan. Hal ini disebabkan karena sulitnya mengetahui riwayat seksual dari setiap pasangan, termasuk apakah mereka terinfeksi penyakit kelamin atau tidak. Bahkan, seseorang yang terinfeksi penyakit kelamin bisa tidak menyadari bahwa mereka sakit karena tidak mengalami gejala apa pun.

2. Berhubungan Seks Tanpa Kondom

Penggunaan kondom saat berhubungan seksual adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah penularan penyakit kelamin. Kebanyakan penyakit kelamin menular melalui cairan tubuh yang dikeluarkan saat berhubungan seks, seperti sperma dan cairan vagina. Risiko penularan penyakit ini dapat meningkat terutama pada orang-orang yang berhubungan seksual tanpa kondom, terutama melalui seks anal (dubur).

3. Menggunakan Sex Toys secara Bergantian

Sex toys dapat menjadi perantara penyebaran penyakit kelamin jika digunakan secara bergantian tanpa membersihkannya terlebih dahulu. Penggunaan sex toys yang belum dibersihkan dari cairan tubuh sebelumnya dapat meningkatkan risiko penularan penyakit kelamin, terutama saat digunakan oleh orang lain tanpa melakukan pencucian yang bersih.

4. Mengonsumsi Minuman Beralkohol

Minum alkohol secara berlebihan dapat memengaruhi kesadaran seseorang dan membuatnya kurang selektif dalam memilih pasangan seksual. Hal ini dapat meningkatkan risiko berhubungan seks tidak aman, seperti penggunaan kondom yang kurang tepat atau bahkan tidak menggunakan kondom sama sekali.

5. Berhubungan Seks Sesama Jenis

Berhubungan seks sesama jenis tanpa penggunaan kondom juga dapat meningkatkan risiko penularan penyakit kelamin. Seks sesama jenis, terutama melalui seks anal (dubur), memiliki risiko yang lebih tinggi karena jaringan di sekitar anus lebih rentan terhadap kerusakan yang memungkinkan masuknya patogen (mikroorganisme penyebab penyakit).

Apa Mungkin Terkena Penyakit Kelamin dari Dudukan Toilet, Celana Dalam, Handuk, dan Lain Sebagainya?

Jawabannya tidak bisa. Perlu diketahui bahwa penularan penyakit kelamin tidak bisa melalui benda-benda seperti dudukan toilet, celana dalam, dan handuk. Penyakit kelamin umumnya ditularkan melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi. Jadi, Anda tidak bisa terkena penyakit kelamin hanya karena menggunakan toilet yang sama dengan orang yang terinfeksi atau menggunakan handuk yang sama. 

Namun, perlu diingat bahwa risiko penularan dapat meningkat jika menggunakan sex toys secara bergantian tanpa membersihkannya terlebih dahulu. Oleh karena itu, penting untuk membersihkan dan menjaga benda-benda yang digunakan bersama-sama, terutama dalam konteks aktivitas seksual, guna menghindari penularan penyakit menular seksual (PMS).

Bagaimana Cara Seseorang Bisa Tahu Jika Terkena Penyakit Kelamin?

Cara mengetahui apakah seseorang terkena penyakit kelamin adalah dengan melakukan tes di rumah sakit atau klinik kesehatan yang menyediakan layanan pemeriksaan penyakit kelamin. Sebagian besar penyakit kelamin tidak menunjukkan gejala, oleh karena itu penting untuk melakukan pemeriksaan, terutama setelah berhubungan seksual yang berisiko (tanpa penggunaan kondom).

Jika Anda merasa pernah melakukan hubungan seksual yang berisiko, segera lakukan tes skrining ke dokter untuk memeriksakan diri. Anda juga dapat berkonsultasi di Klinik Kirana untuk melakukan penanganan dan pencegahan penyakit menular seksual (PMS). Klinik Kirana berkomitmen untuk menyediakan tenaga medis profesional dan berpengalaman sesuai kebutuhan Anda.

Yuk, segera hubungi kami disini: Layanan Penyakit Menular Seksual.

 

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • Cleveland Clinic. Sexually Transmitted Infections. Diakses pada 08/05/2024, dari https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9138-sexually-transmitted-diseases--infections-stds--stis
  • Mayo Clinic. Sexually transmitted diseases (STDs). Diakses pada 08/05/2024, dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sexually-transmitted-diseases-stds/symptoms-causes/syc-20351240
  • Verywell Health. Causes and Risk Factors of STIs. Diakses pada 08/05/2024, dari https://www.verywellhealth.com/std-causes-3133097
  • World Health Organization (WHO). Sexually transmitted infections (STIs). Diakses pada 08/05/2024, dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sexually-transmitted-infections-(stis)

Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

Artikel Terkait