3 Penyebab Keputihan Setelah Berhubungan Intim

Kesehatan February 24, 2024
3 Penyebab Keputihan Setelah Berhubungan Intim

Keputihan setelah berhubungan intim sering kali menjadi sumber kekhawatiran bagi banyak wanita. Meskipun bisa jadi normal, ada kalanya keputihan tersebut menandakan adanya kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan

Mengapa setelah berhubungan intim terjadi keputihan?

Keputihan setelah berhubungan intim bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi oleh mikroorganisme yang ditularkan melalui hubungan seksual, iritasi, atau kondisi patologis lainnya. Keputihan setelah berhubungan intim normal terjadi karena perubahan kadar estrogen yang merangsang serviks menghasilkan lendir, menjaga keseimbangan pH vagina.

3 Penyebab Keputihan Setelah Berhubungan Intim

Keputihan setelah berhubungan intim bisa jadi normal, tetapi penting untuk memperhatikan karakteristik keputihan tersebut. Memahami penyebab dan cara mengatasi keputihan dapat membantu Anda menjaga kesehatan organ intim

Reaksi Alami Tubuh

Selama berhubungan intim, tubuh wanita secara alami meningkatkan produksi lendir untuk melumasi vagina. Hal ini bisa menyebabkan keputihan yang lebih banyak setelah berhubungan seks. Jika berhubungan intim tanpa pengaman, semen yang keluar dari pasangan bisa bercampur dengan lendir vagina dan menyebabkan keputihan.

Iritasi atau Alergi

Beberapa wanita mungkin mengalami iritasi atau reaksi alergi terhadap pelumas, kondom, atau produk kontrasepsi lain yang digunakan selama berhubungan intim.

Infeksi atau Penyakit Menular Seksual (PMS)

PMS seperti Klamidia, Gonore, dan Trichomoniasi, Infeksi ini bisa menyebabkan keputihan yang tidak normal, seperti berwarna kuning, hijau, atau disertai bau tidak sedap.

Kondisi ini ditandai dengan keputihan berbau amis atau ikan setelah berhubungan intim. Jika keputihan Anda abnormal seperti yang sudah dijelaskan sebaiknya Anda melakukan konsultasi dan pengecekan ke Dokter.

Baca selanjutnya: 5 Tips Memilih Produk Perawatan Vagina Saat Hamil 

Kesimpulan

Memahami penyebab dan cara mengatasi keputihan dapat membantu Anda menjaga kesehatan organ intim. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami keputihan yang tidak normal atau merasa khawatir tentang kondisi kesehatan reproduksi Anda.

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • Mylonas, I., & Friese, K. (2007). [Genital discharge in women].. MMW Fortschritte der Medizin, 149 35-36, 42-6; quiz 47. Accessed 24/02/2024
  • Handsfield, H. (1981). Postoperative vaginal discharge.. JAMA, 245 10, 1026 . https://doi.org/10.1001/JAMA.1981.03310350016009. Accessed 24/02/2024
  • Puri, K., Madan, A., & Bajaj, K. (2003). Incidence of various causes of vaginal discharge among sexually active females in age group 20-40 years.. Indian journal of dermatology, venereology and leprology, 69 2, 122-5. Accessed 24/02/2024
  • Patel, V., Pednekar, S., Weiss, H., Rodrigues, M., Barros, P., Nayak, B., Tanksale, V., West, B., Nevrekar, P., Kirkwood, B., & Mabey, D. (2005). Why do women complain of vaginal discharge? A population survey of infectious and pyschosocial risk factors in a South Asian community.. International journal of epidemiology, 34 4, 853-62 . https://doi.org/10.1093/IJE/DYI072. Accessed 24/02/2024
  • McCathie, R. (2006). Vaginal discharge: common causes and management. Current Obstetrics & Gynaecology, 16, 211-217. https://doi.org/10.1016/J.CUROBGYN.2006.05.004. Accessed 24/02/2024

Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

Artikel Terkait