5 Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Pria dan Wanita

Kesehatan May 10, 2024
5 Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Pria dan Wanita

Kesehatan reproduksi sering kali terabaikan, meskipun memiliki peran penting, terutama bagi Anda yang berencana untuk memiliki keturunan di masa depan. Namun, dengan banyaknya informasi yang ada, terkadang sulit untuk mengetahui cara-cara yang tepat dalam menjaga kesehatan reproduksi. Dalam artikel ini, kami akan membahas 5 cara efektif untuk menjaga kesehatan reproduksi baik pada pria maupun wanita.

Apa Saja yang Termasuk dalam Kesehatan Reproduksi?

Kesehatan reproduksi merupakan kondisi yang mencakup kesejahteraan fisik, mental, dan sosial secara menyeluruh, bukan sekadar ketiadaan penyakit, dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi dan fungsinya. Kesehatan reproduksi menyiratkan bahwa seseorang memiliki kehidupan seks yang memuaskan dan aman, serta memiliki kemampuan untuk bereproduksi dan kebebasan untuk memutuskan apakah, kapan, dan seberapa sering melakukannya.Dalam konteks ini, kesehatan reproduksi mencakup berbagai aspek, mulai dari pemahaman tentang anatomi dan fisiologi reproduksi hingga upaya pencegahan penyakit kelamin, perencanaan keturunan, konseling reproduksi, dan dukungan terhadap kesehatan mental yang terkait dengan isu-isu reproduksi.

Cara Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi

Organ reproduksi memegang peran penting dalam kesehatan keseluruhan tubuh, dan menjaga kesehatannya merupakan aspek penting dalam merawat tubuh. Berikut adalah lima cara efektif untuk menjaga kesehatan organ reproduksi, antara lain:

1. Menjaga Kebersihan Organ Reproduksi

Menjaga kebersihan organ reproduksi sangat penting untuk kesehatan seksual Anda. Kebersihan yang baik membantu mencegah infeksi dan masalah kesehatan lainnya. Berikut adalah beberapa langkah sederhana untuk menjaga kebersihan organ reproduksi meliputi:

  • Membersihkan alat kelamin setiap kali Anda buang air kecil, dan sebelum serta setelah berhubungan seksual.

  • Menjaga area organ intim tetap kering dan lembap untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

  • Menghindari penggunaan produk seperti sabun sirih, sabun wangi, atau vaginal douche yang dapat menyebabkan iritasi di sekitar organ intim.

  • Mengganti celana dalam setiap hari untuk menjaga kebersihannya dan pilihlah bahan yang dapat menyerap keringat dengan baik.

  • Bagi pria, pertimbangkanlah untuk melakukan sunat, karena kalau tidak disunat dapat menyebabkan penumpukan kotoran pada kulup dan meningkatkan risiko infeksi bakteri pada penis.

2. Hindari Perilaku Seks yang Berisiko

Berhubungan seks dengan aman adalah kunci untuk mencegah penyakit menular seksual (PMS) dan kehamilan yang tidak direncanakan. Berikut beberapa langkah untuk berhubungan seks secara aman meliputi:

  • Menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom atau pil KB untuk melindungi diri dari infeksi dan kehamilan yang tidak direncanakan.

  • Menjaga kebersihan organ intim sebelum dan setelah berhubungan seksual untuk mengurangi risiko infeksi.

  • Setia pada satu pasangan seksual untuk mengurangi risiko penularan penyakit menular seksual (PMS).

  • Melakukan pengecekan kembali riwayat seksual diri sendiri dan pasangan.

  • Melakukan tes penyakit kelamin secara teratur.

3. Mengonsumsi Makanan Sehat

Makanan yang sehat mendukung kesehatan reproduksi Anda. Pilih makanan yang kaya akan nutrisi dan hindari makanan yang berlemak tinggi. Pastikan untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan kaya akan nutrisi, seperti:

  • Protein dari sumber nabati seperti kacang-kacangan, tahu, tempe, dan biji-bijian.

  • Karbohidrat yang kaya akan serat seperti gandum utuh, sayuran hijau, buah-buahan, dan kacang-kacangan.

  • Mengonsumsi multivitamin seperti asam folat.

  • Penuhi asupan zat besi dari makanan seperti bayam, labu, tomat, kacang, dan buah bit.

4. Menjalani Gaya Hidup Sehat

Gaya hidup yang sehat adalah kunci untuk menjaga kesehatan reproduksi Anda. Beberapa kebiasaan sehat yang dapat Anda terapkan meliputi:

  • Berhenti merokok dan menghindari konsumsi alkohol berlebihan, karena kedua kebiasaan ini dapat merusak kesehatan reproduksi.

  • Rutin berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari untuk meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga berat badan yang ideal.

  • Memastikan untuk mendapatkan istirahat yang cukup setiap malam agar tubuh dapat pulih dan berenergi keesokan harinya.

  • Mengelola stres dengan cara yang positif, seperti meditasi, yoga, atau melakukan aktivitas yang menyenangkan.

5. Periksa Kesehatan Reproduksi ke Dokter secara Rutin

Penting untuk selalu memeriksakan kesehatan reproduksi Anda secara berkala, meskipun Anda tidak merencanakan kehamilan. Beberapa jenis pemeriksaan yang umum dilakukan meliputi:

  • Pemeriksaan darah lengkap untuk mengecek tingkat hormon dan keadaan kesehatan umum.

  • Pemeriksaan urin untuk mendeteksi infeksi saluran kemih (ISK) atau masalah ginjal.

  • USG transvaginal atau abdominal untuk melihat kondisi organ reproduksi secara detail.

  • Pap smear untuk mendeteksi adanya perubahan pada sel-sel leher rahim yang dapat menjadi tanda awal kanker.

  • Tes penyakit menular seksual (PMS) seperti HIV, sifilis, gonore, dan lainnya untuk memastikan Anda terbebas dari infeksi yang dapat memengaruhi kesehatan reproduksi Anda.

Akibat Tidak Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi

Tidak memperhatikan kesehatan organ reproduksi dapat berdampak serius pada kesehatan seluruh tubuh. Berbagai masalah kesehatan reproduksi dapat timbul sebagai akibat dari kurangnya perhatian terhadap organ reproduksi, seperti:

1. Masalah Kesuburan

Kesehatan reproduksi yang tidak dijaga dengan baik dapat menyebabkan masalah kesuburan, baik pada pria maupun wanita. Ketidaksuburan membuat proses pembuahan sel telur menjadi sulit atau bahkan tidak mungkin terjadi, sehingga menyulitkan pasangan untuk memiliki keturunan.

2. Penyakit Menular Seksual

Kurangnya perhatian terhadap kesehatan reproduksi dapat meningkatkan risiko terkena penyakit menular seksual (PMS). Berhubungan seksual tanpa kondom atau bergonta-ganti pasangan seksual juga meningkatkan kemungkinan penularan PMS. 

Beberapa contoh PMS yang dapat timbul akibat kurangnya kesadaran dalam menjaga kesehatan reproduksi meliputi klamidia, gonore, trikomoniasis, sifilis, infeksi HPV, dan HIV. Penting untuk menyadari gejala yang mungkin muncul dan segera berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat guna menghindari komplikasi yang lebih serius.

Konsultasi di Klinik Kirana

Klinik Kirana menawarkan layanan kesehatan menyeluruh dan terpercaya untuk penanganan dan pencegahan penyakit menular seksual. Klinik Kirana juga berkomitmen untuk menyediakan tenaga medis profesional dan berpengalaman sesuai kebutuhan Anda.

Dengan berkonsultasi di Klinik Kirana, Anda dapat dengan cepat mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kondisi Anda, menjaga kesehatan organ reproduksi Anda dengan baik, serta mencegah tertularnya penyakit menular seksual (PMS).

Yuk, segera hubungi kami disini: Layanan Penyakit Menular Seksual.

 

 

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • ASHA Sexual Health. Reproductive Health. Diakses pada 08/05/2024, dari https://www.ashasexualhealth.org/reproductive-health/
  • Embry Women’s Health. Simple Ways to Protect your Sexual & Reproductive Health. Diakses pada 08/05/2024, dari https://embrywomenshealth.com/simple-ways-to-protect-your-sexual-reproductive-health/
  • Fertility & Reproductive Medicine Center. 5 ways to improve your reproductive health. Diakses pada 08/05/2024, dari https://fertility.wustl.edu/5-ways-to-improve-your-reproductive-health/
  • Harvard Health. Fertility and diet: Is there a connection? Diakses pada 08/05/2024, dari https://www.health.harvard.edu/blog/fertility-and-diet-is-there-a-connection-2018053113949
  • Mayo Clinic. Sexually transmitted diseases (STDs). Diakses pada 08/05/2024, dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sexually-transmitted-diseases-stds/symptoms-causes/syc-20351240
  • World Health Organization (WHO). Infertility. Diakses pada 08/05/2024, dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/infertility
  • World Health Organization (WHO). Reproductive health. Diakses pada 08/05/2024, dari https://www.who.int/southeastasia/health-topics/reproductive-health

Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

Artikel Terkait