Apakah Bisa Terinfeksi Dua Penyakit Kelamin Sekaligus?

Kelamin May 8, 2024
Apakah Bisa Terinfeksi Dua Penyakit Kelamin Sekaligus?

Bisakah Anda tertular dua penyakit menular seksual (PMS) sekaligus? Jawabannya, bisa. Hal ini disebabkan karena PMS berasal dari patogen (mikroorganisme penyebab penyakit) seperti virus, bakteri, jamur, atau parasit, yang berarti setiap orang dapat membawa lebih dari satu agen infeksi di dalam tubuhnya pada waktu tertentu. 

Ketika seseorang didiagnosis menderita beberapa PMS, mereka dapat menularkan salah satu atau kedua penyakit tersebut kepada pasangannya, jika mereka melakukan hubungan seks tanpa kondom. Namun, mengapa Anda bisa tertular beberapa PMS, dan bagaimana Anda bisa mencegah infeksi ganda PMS? Temukan jawabannya dalam artikel kami di bawah ini!

Siapa saja yang berisiko terkena IMS/Penyakit Menular Seks?

Infeksi menular seksual (IMS) dapat mempengaruhi siapa saja, tetapi beberapa kelompok berisiko lebih tinggi terpapar. Berikut adalah kelompok yang cenderung memiliki risiko lebih tinggi:

  1. Orang yang aktif secara seksual tanpa perlindungan: Mereka yang tidak menggunakan metode perlindungan seperti kondom selama hubungan seksual lebih rentan terkena IMS.

  2. Mereka dengan pasangan seksual berganti-ganti: Memiliki banyak pasangan seksual meningkatkan peluang terpapar IMS.

  3. Orang dengan riwayat IMS sebelumnya: Infeksi sebelumnya dapat meningkatkan risiko tertular IMS baru.

  4. Remaja dan dewasa muda: Kelompok usia ini memiliki prevalensi IMS yang lebih tinggi karena faktor perilaku dan biologi.

  5. Pengguna narkoba suntik: Penggunaan jarum yang tidak steril dapat menyebarkan infeksi, termasuk HIV.

  6. Pasangan dengan IMS: Jika salah satu pasangan memiliki IMS, risiko penularannya meningkat ke pasangan lainnya.

  7. Pekerja seks komersial: Pekerja seks dan kliennya sering kali memiliki risiko lebih tinggi karena banyaknya pasangan.

Risiko terinfeksi dua penyakit kelamin sekaligus dapat terjadi bagi orang yang aktif secara seksual dan tidak setia pada satu pasangan saja. Pasangan yang jarang memeriksakan kesehatan organ intim mereka secara teratur juga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk tertular.

Perlu diingat bahwa infeksi menular seksual (IMS) sering kali dapat muncul tanpa Anda sadari. Virus yang ada di kelamin Anda dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama hingga Anda ditulari virus baru. Maka tak jarang seseorang bisa terinfeksi lebih dari dua penyakit kelamin dalam waktu yang sama.

Contoh Penyakit Kelamin yang Bisa Menginfeksi Dua Sekaligus

Salah satu situasi yang perlu diwaspadai terkait penyakit menular seksual (PMS) adalah terinfeksi dua penyakit sekaligus, suatu kondisi yang dikenal sebagai koinfeksi. Berikut adalah beberapa contoh penyakit kelamin yang bisa menginfeksi dua sekaligus, antara lain:

1. Koinfeksi Klamidia & Gonore

Salah satu contoh koinfeksi yang paling umum terjadi secara bersamaan adalah klamidia dan gonore. Menurut data yang dirilis oleh Departemen Kesehatan Virginia, antara 40–50 persen dari orang dewasa muda yang terinfeksi gonore juga memiliki infeksi klamidia, dengan wanita lebih mungkin memiliki dua penyakit kelamin sekaligus daripada pria.

Klamidia, yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis, dan gonore, yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae, dapat diobati dengan antibiotik jika infeksi tersebut terdeteksi cukup awal. Kedua penyakit ini dapat menyebabkan gejala yang mirip, seperti rasa gatal atau nyeri saat buang air kecil.

2. Koinfeksi HIV dan Sifilis

HIV dan sifilis memiliki sejarah koinfeksi yang panjang. Menurut data yang dirilis oleh Departemen Kesehatan Virginia, sepertiga dari kasus orang yang menderita HIV juga terinfeksi sifilis. Tingkat infeksi sifilis pada komunitas HIV positif 118 kali lebih tinggi daripada populasi umum.

Berhubungan seksual anal merupakan perilaku berisiko tinggi untuk tertular penyakit menular seksual (PMS), di mana PMS yang menyerang imun tubuh melalui cairan seksual yang keluar langsung di dalam tubuh seperti sperma.

Sifilis, yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum, dapat memperburuk infeksi HIV dan mempercepat perkembangan penyakit AIDS. Sifilis dapat menyebabkan gejala seperti chancre (luka kecil di kulit), yang merupakan pintu masuk bagi virus HIV.

3. Koinfeksi HIV dan Gonore

Menurut data yang dirilis oleh Departemen Kesehatan Washington, sekitar 6 persen dari semua orang yang didiagnosis dengan gonore sebelumnya juga sudah menderita HIV. Mengembangkan kekebalan tubuh terhadap obat HIV, serta kemungkinan tertular jenis gonore yang resisten terhadap antibiotik, membuat kombinasi infeksi ini menjadi lebih serius.

4. Koinfeksi HIV dan Hepatitis C

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa 170 juta orang telah didiagnosis dengan hepatitis C dalam satu abad terakhir, yang menjadikannya sebagai epidemi dalam skala yang lebih besar daripada HIV. Hepatitis C adalah infeksi yang tidak bisa disembuhkan, yang memiliki banyak efek samping yang mengancam jiwa, seperti gagal hati, sirosis (kondisi timbulnya jaringan parut pada hati), dan kanker.

Hepatitis juga akan membuat sistem kekebalan tubuh lebih susah untuk melawan infeksi dengan baik, sehingga lebih mudah untuk terinfeksi juga dengan HIV. Koinfeksi antara HIV dan hepatitis C sering terjadi karena faktor perilaku pasien, seperti penggunaan obat-obatan suntikan atau melakukan hubungan seksual tanpa kondom dalam banyak kasus.

Cara Mencegah Terinfeksi Dua Penyakit Kelamin Sekaligus

Pencegahan terhadap koinfeksi, kondisi di mana seseorang terinfeksi dua penyakit kelamin sekaligus, sangat penting untuk menjaga kesehatan seksual. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah terinfeksi dua penyakit kelamin sekaligus, antara lain:

  • Praktik Seks Aman: Menggunakan kondom secara konsisten dan benar selama hubungan seksual dapat mengurangi risiko penularan penyakit kelamin. Hal ini terutama penting jika Anda memiliki lebih dari satu pasangan seksual.

  • Menjaga Hubungan Monogami: Setia pada pasangan Anda dapat mengurangi risiko terkena penyakit kelamin. Menjalin hubungan monogami dengan pasangan yang telah diuji negatif untuk penyakit kelamin juga dapat membantu mencegah koinfeksi.

  • Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan kelamin dapat membantu mendeteksi penyakit kelamin dengan cepat dan mengurangi risiko koinfeksi. Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami gejala atau memiliki kekhawatiran tentang kemungkinan terinfeksi.

  • Vaksinasi: Mendapatkan vaksinasi untuk penyakit kelamin tertentu, seperti human papillomavirus (HPV) atau hepatitis B, dapat membantu melindungi Anda dari koinfeksi. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter tentang vaksinasi yang tepat untuk kebutuhan Anda.

  • Edukasi dan Komunikasi: Penting untuk mengedukasi diri sendiri dan pasangan tentang penyakit kelamin serta cara penularannya. Berbicara secara terbuka dengan pasangan mengenai riwayat kesehatan seksual juga dapat membantu mencegah terinfeksi dua penyakit kelamin sekaligus.

Konsultasi di Klinik Kirana

Klinik Kirana menawarkan layanan kesehatan menyeluruh dan terpercaya untuk penanganan dan pencegahan penyakit menular seksual. Klinik Kirana juga berkomitmen untuk menyediakan tenaga medis profesional dan berpengalaman sesuai kebutuhan Anda.

Dengan berkonsultasi di Klinik Kirana, Anda dapat dengan cepat mengidentifikasi penyebab penyakit menular seksual yang dialami, mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kondisi kesehatan Anda, dan mencegah terinfeksi dua penyakit kelamin sekaligus.

Yuk, segera hubungi kami disini: Layanan Penyakit Menular Seksual.

 

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • Centers for Disease Control and Prevention (CDC). STD Diseases & Related Conditions. Diakses pada 08/05/2024, dari https://www.cdc.gov/std/general/default.htm
  • Elyon Clinic. STDs: Can You Be Infected With More Than One Disease? Diakses pada 08/05/2024, dari https://elyonclinic.com.sg/stds-can-you-be-infected-with-more-than-one-disease/ Accessed 08/05/2024
  • Everlywell. Can You Have More Than One STD At A Time? Diakses pada 08/05/2024, dari https://www.everlywell.com/blog/virtual-care/can-you-have-more-than-one-std-at-a-time/
  • STDCheck. STDs and HIV CoInfection. Diakses pada 08/05/2024, dari https://www.stdcheck.com/blog/hiv-std-coinfection/
  • Your Sexual Health. Is it possible to get two STDs at once? Diakses pada 08/05/2024, dari https://yoursexualhealth.co.uk/blog/is-it-possible-to-get-two-stds-at-once/
  • Fiumara, N., & Calhoun, J. (1982). Multiple sexually transmitted diseases.. Sexually transmitted diseases, 9 2, 98-9 . https://doi.org/10.1097/00007435-198204000-00010. Accessed 08/05/2024
  • Fiumara, N., & Calhoun, J. (1982). Multiple sexually transmitted diseases.. Sexually transmitted diseases, 9 2, 98-9 . https://doi.org/10.1097/00007435-198204000-00010. Accessed 08/05/2024

Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

Artikel Terkait